Friday, January 28, 2011

hafshah dan bicara

anak perempuan ummi yg satu ini makin lucu ajaa...bln ini hafshah genap 1,5th,duh ga kerasa bayi yg merah itu udah kaclak kucluk jalan,ngomong ga berenti berenti...gayanya lucu aja..

perkembangan bicara hafshah lumayan cepet mungkin karena dari bayi udah sering dibacakan buku,setiap liat tulisan apapun ummi bacakan jadinya sekarang cerewet aja,perbendaharaan katanya juga udah banyak mulai dari nama hewan jajah(gajah),meng(kucing),dog(anjing),ika(ikan),dodok(kodok),apah(jerapah),titus(tikus),upupu(kupu-kupu) dll...mi,ayah,aa uma(aa umar),aa abi(aa labib)mbak,teteh,nenek,mbah,yaya(rara), karena dari kecil ummi juga ga pernah ngajak hafshah dg bahasa yg dicadelin,jadi sm spt komunikasi dg kakak2nya kadilah dia bilang makan(aka),ndi(mandi)..sudah mulai lucu deh kl diajak ngomong..

ummi : siapa mau sekolah
hafshah : aya!-saya-(angkat tangan)
ummi : hafshah sekolah yah?
hafshah : he eh..dada mi..-dadah ummi-
ummi : kita sekolah yuk
hafshah : uu!

hafshah juga mulai belajar menggabung dua kata 'aa aka'-aa makan-,'aa ndi u'-aa mandi yuk-,cuma ada kata2 yg selalu rancu katanya ABI..kl dia sambil nunjuk labib berarti manggil labib,kl megang pantat berarti BAB,kl megang botol berarti abis..semuanya sama tapi beda kondisi..:)

udah gede..udah ga ada lagi tangisa mau berangkat sekolah juga tangisan waktu dijemput...udah bisa ajak uminya belajar baca 'mi aca'-umi baca- (dia pura2 jadi gurunya umi jadi muridnya sambil pegang kartu baca)..duh ga bosen liat kamu mulai ngomong nak...bintang kejora ummi.

Umar ibn Khatab

Siapa yang tidak mengenal Umar ibn Khattab ? sahabat mulia Rasullullah SAW. Dengan ketegasannya menjalankan perintah Islam, ia dijuluki Al-Faruq, Sang Pembeda. Dia tegas dan jelas membedakan antara yang haq dan bathil. Rasullulah SAW bersabda, setan pun lari ketika bertemu Umar ibn Khattab. Subhanallah.
Dalam do’a Rasullullah di awal da’wah Islam di kota Makkah, Rasullullah SAW pernah berdo’a, ” Ya Allah, kuatkanlah agamamu ini dengan salah satu di antara 2 Umar”. Akhirnya hidayah Allah diberikan kepada Umar ibn Khattab, ketika alunan ayat suci At-Thaha yang dibacakan adik perempuannya meluluhlantakkan hatinya, menggetarkan tangannya yang telah menghunus pedang untuk membunuh siapa saja yang ber-Islam. “Di mana Muhammad ?” gertaknya kepada adiknya, kemudian Umar dengan pedang terhunus menemui Sang Rasul, bersimpuh di hadapannya, lunglai tak berdaya, sinar Islam telah menghunjam hatinya.
Pahlawan besar telah hadir di tengah para sahabat Rasul, Umar ibn Khattab. Dia berikan seluruh jiwa dan raga untuk berjuang bersama orang yang sangat dicintainya, Rasululluah SAW. Pribadi yang keras sebelum Islam, kini tegas menjalankan perintah agama. Berlomba berbuat kebaikan bersama para sahabat lainnya, tiada hari tanpa perbaikan, tiada hari tanpa duduk melingkar bersama Sang Rasul mengkaji Al-Islam, tiada hari tanpa bersujud kepada Sang Khaliq. Di malam hari Umar bagaikan Rahib yang lemah di hadapan Tuhan-nya, siang hari ia keras beramal, dan ber-da’wah, dan bekerja.
Ada satu cerita menarik di sisi Umar ibn Khattab di tengah semangatnya menjalankan segenap perintah Islam. Ada satu pribadi yang tidak pernah ia dapat kalahkan dalam kualitas amal dan ibadah. Suatu pribadi yang selalu menjadi pedoman dan penyemangat menjalankan kebaikan di samping seorang Rasul, siapakah dia ? subhanallah dialah As-siddiq, Abu Bakar Radhiyallahuanhu.
Suatu ketika Rasul bertanya kepada Umar sebelum berangkat dalam sebuah peperangan, “Apa yang kamu berikan wahai Umar untuk perjuangan ini ?”, “Jiwa dan separuh hartaku ya Rasul” sahut Umar. “Lalu apa yang kau sisakan untuk keluargamu ?” Rasul bertanya, “Separuh hartaku ya Rasul”. Rasullulah terenyum melihat semangat Umar.
Kemudian Rasul bertanya kepada Abu Bakar, “Apa yang kau siapkan untuk perjuangan ini ya Abu Bakar ?”, “Seluruh harta dan jiwaku” jawabnya. “Apa yang kau sisakan di rumahmu ?” tanya Rasul, Abu Bakar menjawab “Cukuplah bagiku Allah dan Rasul-Nya”. “Masya Allah, betapa hebatnya manusia ini”, demikian gumam Umar. Umar terharu dan gundah hatinya, mengapa ia tak bisa melebihi kebaikan Abu Bakar.
Setiap malam sebelum subuh, Umar bergegas menuju masjid untuk sholat malam dan subuh berjama’ah bersama Rasul. Selalu ia dapati, Abu Bakar As-Siddiq telah duduk menunggu di sana, berdzikir di masjid yang mulia. Lagi-lagi Umar tak kuasa menandingi Abu Bakar dalam hal amal dan ibadah.
Ketika Rasul wafat, Umar tak bisa menerima kenyataan ditinggalkan kekasih yang dicintainya itu. Abu Bakar-lah yang menenangkan hatinya. “Dan Rasulmu hanyalah seorang manusia, ia akan kembali kepada Sang Khaliq, lantas apakah kamu kembali tidak beriman setelah kepergiannya ?” Umar bersimpuh, ia lunglai dihadapan Abu Bakar. Ia tersadar, sahabat yang selalu ia contoh, Abu Bakar, telah mengembalikannya kepada sebuah kesadaran.
Inilah contoh dua pribadi mulia di jaman keemasan Islam, dua sahabat terdekat Sang Rasul. Dua sahabat yang selalu fastabiqul khaerat. Dua sahabat yang berbaring tenang di sisi Sang Rasul di dalam kamar Az-Zahra. Dua sahabat yang pertama ada di surga.
Rasul bersabda,” Abu Bakar, ia di surga. Umar, ia di surga…”
Semoga kisah ini bisa kita ambil hikmahnya.

Surga itu (cuma) di bawah telapak kaki ibu

Di suatu sore ditemani hujan rintik -rintik, si sulung bermalas-malasan sambil sibuk komat kamit..oh rupanya dia sedang menghafal hadist.

umar : 'aj jannatu tahmal......*diam soalna lupa...* syurga itu di bawah telapak kaki ibu.."
(si ibu yg melihat iseng nimbrung)
mi :" berarti dikaki umi ada syurga dong?"
umar "ya ngga lah..kan aku bilang syurga itu dibawah telapak kaki ibu..bukan umi.."
mi : "tapi kan umi ibu'
umar :"ibu biasa aja bukan umi'
mi :'berarti ibunya siapa dong?'
umar : ibu yg biasa
*mi binun...
mi :"mar,semua perempuan besar yg udah punya anak itu disebutnya ibu, biarpun panggilannya ibu, bunda, mama atau umi'
umar :"oohh gitu yah..'
*mi lega..ngarti juga
mi :"berarti syurga ada dibawah kaki umi kan ?"
umar :"ya ngga lah mi...aku bacain nih syurga itu dibawah telapak kaki ibu..kan ngga ada uminya.."
* umi cape deh...

belajar keuangan versi umar

Sudah berapa hari ini Umar dan Labib umina ajarin mengenal nilai mata uang.Yang umina dapat dari seminar' Menjadi Anak sholeh ,Cerdas dan kaya' yg umina ikuti di Jakarta beberapa waktu lalu anak itu harus diajarkan mengelola keuangan dari kecil, nah ini waktu yg pas untuk umar labib buat tahu uang itu apa.Aa umar itu ngga pernah diajarin beli jajan sendiri jadi kalau di kasih uang sama orang lain sudah pasti di taruh sembarangan atau yg aa tau cuma buat infaq.

hari 1 :
umina kasih umar rp.2000 2@1000,umina suruh Aa beli energen yg harganya 2000/2pcs di mini market sekat rumah, umina ajarkan bilang sama omnya 'aku mau beli energen tanya harganya trus kasih uangnya jangan lupa bilang terima kasih'...hasilnya sukses, umar kembali dengan energen di tangan..hore!!

hari 2 :
umina kasih umar rp.2000 4@500, umina suruh beli energen lagi, hasilnya sukses lagi dia pulang bawa energen hanya reaksinya setelah liat energen cuma 2 'lho kok cuma 2 kan uang ku ' nah umina langsung jelasin uang yg tadi aa bawa 500, aa bawa 4 * 500 jadi 2000..dia manggut manggut

hari 3 :
umina kasih 5000, lagi lagi beli energen, reaksi Aa' uangnya 'kurang mi'..umina jelaskan ini 5000, 1000 * 5 ,nanti umar dapat kembali, lagi lagi manggut manggut

hari 4 :
umina kasih 10.000, lagi lagi reaksi Aa uangnya 'kurang mi..'.kesempatan mi lagi menjelaskan nilai uang itu sama aa..sekarang aa udah ngerti deh nilai uang cuma yg kurang sedikit keberanian aja, soalnya harus di dorong dorong dulu buat masuk minimarket, rada masih takut..tapi berhasil

kakak minta kakak?!

sabtu pagi yg cerah, orang orang di sebuah rumah kecil di pinggiran sidoarjo sedang menikmati hidup, anak anak lelaki riang berlarian kesana kemari, si anak perempuan sibuk ngobrol dengan mbaknya, sang ayah asyik nonton tv, sang umi leyeh leyeh di tempat tidur sambil khusuk baca koran, duk..duk duk...suara derap lari si sulung memecah kesunyian...brukk pintu ditutup dengan sekuat tenaga
umar ; 'mi...rara lho punya kakak...kak habib itu..'
umi ; 'trus..'*masih asyik baca koran
umar ; 'aku mau punya kakak juga..kaya kak habib..yg sebesar kak habib'
umi ; *senyum..menyingkirkan koran sebentar..menarik tangan si sulung untuk lebih dekat..'umar kan punya teteh iti (adik umi)...
umar ;'ga mau teteh iti ..maunya kakak..yg sebesar kak habib'
umi ;'teh iti lebih besar lagi..kak habib lho ga bisa belikan umar mainan kaya teh iti..kak habib lho ga bisa jajanin umar kaya teh iti..'*berharap si ganteng melunak
umar ;'ga mau..pokonya kakak kaya kak habib'*manyun
umi :'telp teteh iti ya *umi sambungkan ke jakarta disebrang sana halo..nih teteh iti..umar mau punya kakak
umar ;'ga mau..'*manyuun..
umi;*nelp nenek 'ini lho umar mau punya kakak..permintaan yg sulit..kl adik masih mending ini kakak gimana nyarinya ya...'
nenek ;'umar kan udah kakak..masa kakak mau punya kakak?!'

setelah seringnya di bahas umar sudah mulai tidak ribut lagi soal minta kakak tapi tiba-tiba sekarang dia sudah siapkan nama untuk adiknya nanti.....'aku mau punya adik namanya asiyah mi...asiyah lagi apa'*elus elus perut umi......waduh?!?!

Asiyah, imajinasi, intuisi dan provokasi

Sudah berapa minggu ini yg jadi topik pembicaraan menjelang tidur keluarga adalah 'Asiyah', siapa dia dan bagamana rupanya umina juga ngga tau dan ngga jelas. Berawal dari a'umar yg tiba tiba mencetuskan usulan asiyah sebagai calon adiknya yg baru,ketika ditanya 'siapa mar yg namanya asiyah?..temen umar?..' jawabnya 'ngga,aku ngga punya temen namanya asiyah', 'dari buku ya mar..? istrinya firaun?..''ngga' katanya umina mengira asiyah adalah teman imajinasi umar seperti yg umina suka baca kadang anak kecil punya teman khayalan rekaannya sendiri. Yg selalu umar deskripsikan' asiyah itu cantik mi..',sambil liat tv pun umar masih akan bicara ttg asiyah..seperti ketika lihat iklan diapers 'asiyah nanti juga pakai kaya gini nih'...umina melihat itu masih hal yg wajar, mungkin dia memang pengen punya adik lagi yg memang umar bilang 'aku mau punya adik 10..'wih banyak banget mar' reaksi umina saat itu 'ya udah deh asiyah dulu'.

Umina penasaran dari mana umar mendapatkan nama asiyah, akhirnya kemarin umar bilang 'aku tau asiyah dari tivi..eh bukan dari buku'..umar memang suka sekali baca buku nabiku idolaku terbitan Mizan, makanya dia pengen punya adik banyak karena suka liat anak2 para nabi selalu banyak .Setiap malam umar rajin cium perut umina sambil menyapa asiyah.

Dugaan umina banyak soal hal asiyah ini, imajinasi, keinginan apa emang insting umar yah kalu umina akan hamil dan melahirkan bayi perempuan lagi karena saat umar dan labib 1th umina udah hamil lagi, makanya hafshah 1 th umar mengira umina hamil lagi. Atau indera ke enam ya .. karena garis keturunan umar yg dari keluarga ayahnya ada yg pernah jadi 'para ngga normal' kalau ini yg terjadi wah ngga deh.

Karena semangat dengan 'asiyah project', Umar juga rajin provokasi ke semua orang yg paling mudah adalah provokasi ke adik adiknya, labib sudah mulai terprovokasi tiap malam labib ikutan menyapa asiyah kadang teriak 'asiyahhh..lagi apa..' atau kadang merengek 'mi..asiyahnya keluarin dong..ayo mi keluarin...', hafshah kecil juga tak luput diprovokasi satu saat umar bisikin hafshah 'shah, mau ngga punya temen perempuan lagi' umina cuma senyum senyum aja, termasuk umi n ayah yg diprovokasi tiap malam ttg asiyah ini, umar bahkan sudah menyiapkan nama indah 'asiyah shalihah', dan tiap malam diprovokasi umar umina kadang jadi 'meleleh' juga ingin segera menghadirkan 'asiyah shalihah' yg NYATA di tengah tengah keluarga kami.